Pojok Sehat Antropometri sebagai Skrining Stunting dan Pengobatan Terbatas Anak Sakit (Poseant)

Sebagai bentuk pengabdian masyarakat Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya adakan Pojok Sehat Antrometri Sebagai Skrinning “Stunting” dan Pengobatan Terbatas Anak Sakit (Poseant Seri 1) yang berlangsung di Puskesmas Kenjeran hari ini, Minggu (17/10).Turut dibantu oleh kader kesehatan dan petugas puskesmas setempat.

Kepala Departemen Ilmu Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya dr. Gina Noor Djalilah,Sp.A,MM mengatakan kegiatan ini merupakan arahan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang menginginkan angka stunting di kota pahlawan ini dapat ditekan.

“Dinas kesehatan kemarin mulai bulan april mulai mengumpulkan semua fakultas kedokteran di Surabaya termasuk fakultas kedokteran universitas muhammadiyah surabaya untuk membantu pergerakan penanganan stunting begitu jadi akhirnya dibuatlah program ini”,ungkapnya usai memeriksa anak balita.

Menurut dr. Gina Noor Djalilah,Sp.A,MM sapaan akrabnya jika kegiatan ini akan membantu para orang tua untuk memonitor bagaimana perkembangan anak dari usia 0 hingga 5 tahun. Mengingat masa emas pertumbuhan tersebut sangat rawan, jika terdapat kelalaian  maka dapat berakibat fatal bagi sang anak. Terlebih saat ini pandemi Covid -19 masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

“Karena ada pandemi jadi ini benar-benar lost observasi kepada anak-anak hampir 2 tahun soalnya. Karena ini level sudah turun kita coba lakukan betul-betul memantau bagaimana kondisi anak-anak. Seperti apa untuk status antrometrinya apakah gizinya baik atau kurang, lalu apakah ada reziko stunting dan pastinya tetap dengan protokol kesehatan”, tambahnya.

Tidak berhenti disitu Ketua Koordinator Program Percepatan Stunting ini juga menjelaskan bila di Era Digitalisasi ilmu kesehatan juga terus berkembang dan mengikuti zaman. “Kami dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah mahasiswa dan dosen membuat aplikasi namanya Aikkochildcare.com. Maksudnya adalah untuk memudahkan karena ini masih pandemi jadi ada orang tua yang takut untuk datang bisa manfaatkan aplikasi ini”,jelasnya.

Penggunaan aplikasi ini ditargetkan bagi ibu hamil dan orang tua yang memantau perkembangan anaknya. Mengingat banyak informasi yang tersedia sehingga memudahkan bagi para usernya serta dapat mengantisipasi jika terdapat kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai.

“Mulai dari ibu hamil bisa pakai misal ibu hamil kalo dirumah ada timbangan bisa ukur timbangannya lalu tidak berani datang ke bidannya ini bisa manfaatkan panduan aplikasi ini  untuk melihat kondisi saya seperti apa ini kalo anaknya sudah lahir pun apakah anakanya beresiko stunting atau tidak”, terangnya.

Selain itu dr. Gina mengabarkan bila pengabdian masyarakat ini tidak hanya berakhir di Puskesmas Kenjeran saja. Tetapi akan ada beberapa lokasi lainnya yang telah di koordinir oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya sehingga kedepan bisa mewujudkan setiap wilayah terbebas dari stunting, gizi buruk ataupun permasalahan perkembangan anak lainnya.

“Dari dinas kesehatan kota itu sudah membagi 8 fakultas kedokteran itu pada area-area tertentu dan puskesmas kenjeraan ini bagian dari binaan kami. Selai itu juga ada 3 area lainnya seperti puskesmas kenjeran (Bulak) lalu pegirian dan wonokusumo jadi untuk sementara disini dulu. Kita cari yang banyak balitanya sehingga kita bisa melihat langsung bagaimana kondisi sekarang setelah sekian lama pandemi begitu dan ternyata dari beberapa peserta saja sudah ada yang mengarah ke stunting”,Pungkasnya.