(DIY /14 Januari 2017). Acara konferensi Internasional dengan Fakultas Kedokteran UGM sebagai tuan rumah ini mengangkat tema Innovation in integrating Education, Research and Health Services within AHS network. Acara ini mengundang berbagai tamu dan narasumber dari dalam dan luar negeri. Kegiatan di bagi  2 hari dimana hari pertama berupa paparan mengenai Academic Health Sytem (AHS) dari berbagai negara disusul diskusi panel di hari ke 2.

Pada hari pertama serangkaian narasumber dari berbagai negara memaparkan tentang kondisi AHS di fakultas masing-masing. Acara dibuka Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D (Vice Rector on Academic and Student Affairs Universitas Gadjah Mada). Dilanjutkan sambutan dari Dr. Steve Wartman , President Association of Academic Health Center Internasional (AAHCI) dalam sambutannya menyampaikan ”Diperlukan adanya koordinasi yang seimbang antara Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan Masyarakat. Hal tersebut dapat tercipta dengan dukungan sistem yang baik dan terintegrasi”. Acara berlangsung dengan hangat dan menarik banyak antusias peserta. Sesi pertama ditutup dengan sambutan  Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc (Minister of State Secretariat of the Republic of Indonesia).

Sesi berikutnya berupa paparan mengenai AHS dilanjutkan oleh narasumber dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, turut memberi paparan MENRISTEKDIKTI , Prof Ali GhufronMukti, MD,M.Sc, Ph.D dan DIRJEN KEMENKES, yang diwakili Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU (K) (Special Staff for Service Development Unit, Ministry of Health). Masing-masing menjelaskan mengenai dukungan pemerintah, khusunya KEMRISTEKDIKTI dan KEMENKES dalam pembentukan AHS di masing-masing FK dan RS Pendidikan berikut integrasinya dengan regulasi yang melindungi dan kaitannya dengan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Turut memberikan paparan Dr. dr. Soegianto Ali, M.Med.Sc sebagai Chief of Working Group for Academic Hospital, Association of Indonesian Medical Education Institute (AIPKI) dengan topik Academic Health System in Improvement of Medical Education.

Acara semakin menarik ketika muncul paparan dari Prof Lawrence Khek-Yu HO (Director of Research National University Health System) (NUHS) dan Prof.Dato’ Dr. LokmanSaim, (President KPJ Healthcare University College). Masing-masing menceritakan mengenai proses berdirinya AHS di negara masing-masing dan perkembangannya hingga saat ini. Yang paling menarik adalah sistem AHS di dua negara itu sendiri sudah terintegrasi dengan Rencana Pembangunan dan Ekonomi Pemerintah dan kontribusi Negara terhadap terciptanya AHS yang ada saat ini sangat penting. Disampaikan oleh keduanya, AHS merupakan bagian dari pembangunan yang berkelanjutan dan butuh komitmen yang tinggi oleh Institusi Pendidikan Tinggi, Pusat Riset dan Institusi Pelayanan Kesehatan. Disambung paparan oleh Dekan FK UI, Ratna Sitompul, MD,Sp.M(K), Ph.D. yang memberi gambaran mengenai tahap-tahap dan tantangan selama membangun AHS di UI dan paparan oleh Direktur Medik RSU Dr.Sardjito, Rukmono Siswihanto,MD,M.Sc,Sp.OG(K) tentang implementasi AHS di UGM.

Dihari kedua, berlangsung kegiatan diskusi panel yang diikuti oleh seluruh peserta. Masing-masing peserta di bagi menurut 4 topik diantaranya; Quality Improvement of Health Services, How to Develop a Research Activity Based on AHS, The Role of Health communication and Informatics in AHS, dan Quality of Education, IPE and Clinical Practices. Kemudian hasil Dsikusi dikaji di forum bersama yang diikuti penutupan oleh Dekan FK UGM, Prof. Ova Emilia, MD.,PhD,Sp.OG(K).(rez/red.)