Para dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah di berbagai kota bakal disebar untuk memenuhi kebutuhan dokter di daerah terpencil, terluar, dan perbatasan.

Selama ini, penyebaran tenaga kesehatan khususnya dokter belum merata. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan dr Agus Taufiqurrahman mengatakan, selama ini Muhammadiyah cukup concern membantu problematika masyarakat dan bangsa, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. “Dalam bidang pendidikan, kampus kita menunjukkan unggulan, sedangkan dalam bidang kesehatan, banyak rumah sakit dan amal usaha kesehatan kita.

Ada lebih dari 300 unit. Tentunya alumni prodi kesehatan di Universitas Muhammadiyah akan bertebaran di amal usaha Muhammadiyah, lembaga lain, dan pemerintah,” ujar Agus di sela pembukaan Orientasi Dinamika Kampus (Ordik) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, kemarin. Dia menjelaskan, saat ini Muhammadiyah sedang menggalakkan pelayanan di daerah terluar dan perbatasan.

Untuk pelayanan kesehatan ini, Muhammadiyah akan membentuk lebih dari 200 pelayanan kesehatan baru. Di antaranya pembangunan klinik pratama di kecamatan. “Di kecamatan kalau dilayani puskesmas saja, tidak cukup dan prodi kesehatan kita diharapkan memenuhi itu.

Sesuai dengan semangat dalam lembaga dakwah khusus di daerah terpencil dan perbatasan, kita berharap menjangkau itu,” tandas pria asal Yogyakarta ini. Untuk memenuhi kebutuhan medis, pihaknya juga akan menyebar lulusan kedokteran ke daerah terluar. Dia mengaku tidak semua lulusan kedokteran bisa disebar sesuai dengan keinginan Muhammadiyah.

“Yang harus mau ditugaskan ke daerah terluar itu adalah mahasiswa yang mengikuti program link and match . Dalam program ini, mahasiswa dibiayai full, maka harus mengikuti penugasan amal usaha,” katanya. Sayangnya, untuk program link and match ini belum banyak dan masih sangat terbatas. Perguruan tinggi yang sudah memberikan program ini baru Universitas Muhammadiyah Malang dan Yogyakarta.

“Nanti, semua perguruan tinggi akan kita tata untuk memenuhi link and match itu sesuai kemampuan kampus,” sambungnya. Sementara itu, Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono mengharapkan para mahasiswa mampu meningkatkan kualitasnya. UM Surabaya juga terus berupaya untuk menjadi kampus yang penuh inovasi dan mahasiswanya punya keunggulan.

“Kami tetap mempertahankan mutu pendidikan dengan akreditasi. Kami juga mendorong mutu pendidikan dan inovasi mahasiswa agar kelak menjadi sosok yang cakap di bidang moralitas, intelektualitas, dan berjiwa entrepreneur ,” katanya.

Sebagai universitas yang baru membuka fakultas kedokteran, Sukadiono bertekat untuk memberikan lulusan kedokteran yang benar-benar berkualitas. Hal ini ditunjang dengan pengajar mumpuni.