Open Donasi

Dengan maraknya Pandemic COVID-19 ini membuat pemerintah mengeluarkan aturan work from home, hal ini menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga juga sangat berdampak pada pekerja harian yang harus menafkahi keluarga dengan tetap bekerja di luar rumah untuk menghidupi keluarga dalam masa pandemic ini. Mengingat kondisi ini, Divisi Pengabdian Masyarakat BEM FK UM SURABAYA mengadakan penggalangan dana dengan “GERAKAN SEMBAKO GRATIS”. Kegiatan ini melatar belakangi bentuk aksi kepedulian terhadap sesama untuk saling membantu dana yang terkumpul akan dijadikan bantuan berupa sembako kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Tujuan aksi sembako gratis ini untuk membantu sesama dari sebagian warga yang terkena PHK dan mengalami keterpurukan ekonomi akibat pandemi ini. Mekanisme dari pembagian donasi ini dengan membagi sesuai target yaitu 56 bingkisan secara langsung dan secara acak atau random. Agar hasil yang dicapai dapat merata dan tidak terpaku dalam satu tempat saja. Donasi tersebut akan ditutup di Juni akhir yang lalu di lanjutkan dengan pembagian di bulan Juli awal.

Dengan uluran bantuan dana akan sangat membantu kami dalam menyalurkan bantuan sembako yang kami salurkan dengan target utama yaitu pekerja informal seperti (pedagang kaki lima, tukang becak, supir angkutan umum, dll) mereka sebagai pekerja harian disaat ini kesulitan mendapatkan sumber penghasilan selama wabah COVID-19 akibat pembatasan mobilitas penduduk.

Mahasiswa FK Aktif Dalam Kegiatan “Imbang Diri” bersama Oky, Alsha, Aisyah dan Insira

Jumat, 8 Mei 2020 Komunitas Imbang Diri melangsungkan kegiatan diskusi online yang kedua dengan tema “How Deal With Toxic Relationship: Friends, Family, Lovers”.  Diskusi kali ini diisi oleh beberapa pemateri diantaranya dr. Deisha Laksmita Ayomi yang pernah menjadi Puteri Pendidikan Indonesia tahun 2019, Arya Satya Rajanegara yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 4 tahun 2019, dan Cantika Putri sebagai seorang YouTuber sekarang ini. Mereka bertiga menyampaikan materi seputar toxic relationship yang saat ini tidak lagi asing di lingkungan masyarakat terutamanya remaja.

Toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat ini dapat dipicu oleh beberapa faktor dan diperkuat beberapa keadaan. Terkadang dari kita sendiri juga tidak menyadari jika kita terjebak dalam toxic relationship karena kita sendiri juga tidak paham bagaimana kriteria toxic relationship. Padahal dalam keseharian ini, kita perlu memperhatikan kepentingan yang harus diprioritaskan dan tidak melulu tentang membahagiakan orang lain. Jika keadaan ini terus dipertahankan, maka yang akan banyak dampak buruk untuk keberlanjutan hidup kita ke depan. Tidak sedikit dari mereka atau bahkan kita sendiri yang akan merasa terpuruk atau kebingungan ketika harus menghadapi keadaan toxic relationship ini. Maka dari itu kita juga perlu menumbuhkan rasa kepercayaan diri ketika kita diharuskan memililih keluar atau memberi batasan dalam toxic relationship ini.

Diskusi online ini dikemas dengan pemaparan materi singkat oleh dr. Mitha dan Arya kemudian dilanjutkan dengan mini-talkshow oleh Cantika. Terakhir ditutup dengan sesi tanya jawab oleh partisipan via meeting room di FreeConferenceCall. Antusiasme partisipan terlihat dari banyaknya pertanyaan masuk yang ditujukan untuk tiap pemateri dan 3 pertanyaan terpilih langsung ditanggapi oleh pemateri pertama dan kedua. Acara diskusi online pada Jumat malam pukul 20.00 WIB ini diikuti oleh lebih 190 partisipan dari berbagai daerah bahkan dari luar Pulau Jawa. Hasil rangkuman materi dan tanya jawab dari partisipan pada kesempatan ini akan dipublikasikan di instagram @imbangdiri sebagai feedback dari tim pelaksana. Harapan dari acara diskusi online pada kesempatan ini adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang bagaimana sebenarnya keadaan toxic relationship ini dan bagaimana cara menghadapi dan mengontrol diri di dalam toxic relationship. Dalam waktu dekat, ImbangDiri akan kembali mengadakan diskusi online dengan materi yang tidak kalah penting untuk diketahui oleh masyarakat terutama kalangan remaja.

Gambar : Poster Talk With Us-Batch 2


Gambar : Materi pertama oleh dr. Deisha Laksmita Ayomi


Gambar : Materi kedua oleh Arya S. Rajanagara


Gambar : Mini Talk-show online oleh Cantika Putri

Sidang Skripsi Online Perdana Mahasiswa Fakultas Kedokteran saat Era Pandemi Covid-19

Sidang skripsi online perdana bagi mahasiswa angkatan 2016 FK UMSurabaya pada era pandemi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom pada dari Selasa, tanggal 28 April 2020, pukul 11.00 sampai dengan 12.30 WIB. Anandya Fatikah Sari merupakan mahasiswa pertama yang menjalani hal tersebut. Bertindak sebagai KEtua Penguji adalah dr. M. Perdana Airlangga Sp.JP, sedangkan anggota penguji lainnya adalah dr. Kartika Prahasanti M.Si dan dr. Choesnan Effendi. Mahasiswa tersebut berhasil membuat penguji terkesan dengan hasil penelitianya dan mendapatkan nilai terbaik untuk Skripsinya.

Tim Skripsi sudah membuat sistem ujian online yang dapat memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan ujian proposal maupun sidang skripsi secara online. Diharapkan mahasiswa lain dapat memanfaatkan hal ini dan segera menyusul rekannya untuk melaksanakan sidang skripsi secara online. Jadi, study from home bukanlah suatu rintangan untuk menjadi mahasiswa yang produktif dan kreatif. (rina)

KKN PEDULI COVID-19 OLEH FAKULTAS KEDOKTERAN MUHAMMADIYAH SURABAYA

Menindaklanjuti  SK Rektor Nomor: 0331/KEP/II.3.AU/A/2020  tentang Konversi Aktivitas Pencegahan Covid-19 dengan Mata Kuliah di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya, di Bulan April 2020, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) bertajuk KKN PEDULI COVID-19. Pelaksanaan KKN tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Fakultas kedokteran terhadap pandemic Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia.

Banyaknya rekruitmen relawan untuk menangani pandemi COVID 19 menjadi salah satu alasan pembagian jenis KKN yaitu KKN relawan dan non relawan. Adapun kegiatan dari KKN relawan yang diikuti oleh sebagian mahasiswa FK UMSurabaya berupa KIE masyarakat hingga terjun langsung dalam penyemprotan desinfektan, share poster edukasi COVID 19, penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, dan pendataan masyarakat saat PSBB. KKN relawan dapat dilaksanakan dengan mengikuti program relawan kemendikbud, Program BNPB dan Program Muhammadyah COVID19 COMMAND CENTER JIHAD KEMANUSIAAN.

Sedangkan untuk KKN non relawan dilakukan dengan beberapa penugasan yang pertama yaitu pembuatan essai tentang pandemi COVID 19. Dan yang kedua ditugaskan untuk membuat video terkait edukasi COVID 19 melalui akun youtube, serta yang ketiga yaitu melaksanakan penggalangan dana untuk disalurkan ke beberapa warga terdampak, tenaga medis, dan petugas ataupun pekerja harian yang tetap masuk kerja saat pandemi. Adapun bantuan hasil penggalangan diwujudkan berupa sembako, masker kain, hand sanitizer, baju APD, dan beberapa nutrisi lainnya.

Tentunya lokasi pemberian bantuan ini tidak hanya pada lokasi awal KKN yaitu di Kecamatan Rungkut, Kenjeran, dan Morokrembangan tetapi kepada masyarakat luas di Surabaya bahkan hingga ke luar pulau seperti di daerah Kalimantan. Kegiatan ini banyak sekali memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan arahan LPPM, Fakultas, Prodi, dan DPL yaitu dr. Musa Ghufron MMR, dr Kartika Prahasanti M.Si, dr. Nenny Triastuti, M.Si, dan dr.Annisa Nurida, M.Kes.
Penulis: Andre , Editor: dr. Nurma

 

DISKUSI ONLINE TALK WITH US – BATCH 1 BY ALSHAFIERA AZAYYANA M.S

 

Jumat, 24 April 2020 Komunitas Imbang Diri melangsungkan kegiatan diskusi online dengan tema “How to Improve Your Mental Health During COVID-19”.  Diskusi ini diisi oleh tiga pemateri dan dua diantara mereka adalah Co-Founder dari Imbang Diri. Sedikit informasi tentang Imbang Diri, adalah komunitas yang didirikan oleh tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Mereka adalah Alshafiera Azayyana M.S dan Aisyah Faadhilah dari angkatan 2016 serta Insira Yumna Kisdianti dari angkatan 2019. Pemateri lainnya ada Muhammad Sholehuddin, S.Psi yang merupakan lulusan sarjana psikologi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya pada tahun 2019.

Komunitas Imbang Diri didirikan pada tanggal 17 April 2020 dan berada di bawah pengawasan dokter yang beberapa dari beliau sekaligus dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Visi dari Imbang Diri adalah memberikan edukasi mengenai kesehatan fisik dan mental serta pengembangan diri di Indonesia dan memiliki misi mengadakan seminar edukasi dan melakukan kegiatan sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental. Sehingga kegiatan diskusi online ini adalah salah satu bentuk dari program Imbang Diri sesuai misinya dan menyesuaikan dengan keadaan masyarakat sekarang di era pandemi COVID-19 sekarang ini.

Kejadian COVID-19 ini berdampak besar pada kehidupan masyarakat tidak hanya dari sisi kesehatan secara fisik namun juga merambah pada sisi kesehatan mental. Hal ini disebabkan karena COVID-19 adalah penyakit baru sehingga penerimaan dan pengertian di masyarakat masih sangat rendah. Timbulnya stigma, merupakan masalah sosial terbesar dari dampak pandemi ini. Stigma sosial ini memengaruhi keharmonisan diantara masyarakat karena adanya pandangan dan perlakuan yang kurang baik kepada seseorang atau kelompok tertentu. Selain stigma, masyarakat kini juga mulai “parno” dengan gejala penyakit yang mirip dengan gejala pasien COVID-19 sehingga menimbulkan masalah baru pada seseorang tersebut. Tuntutan melakukan pembatasan kegiatan untuk menghindari pencegahan dan penularan virus juga tidak berdampak baik pada semua orang. Banyak lapisan dan golongan masyarakat tertentu yang akhirnya menjadi terdampak COVID-19 pada kesehatan mentalnya selama masa karantina ini. Keadaan ini bisa menimbulkan keadaan stres bahkan bisa sampai mengganggu kepribadian seseorang. Dari rumusan masalah ini muncul ide untuk memberikan edukasi kepada semua lapisan masyarakat mengenai pemahaman tentang stigma, psikosomatis, dan pengaruh pandemi pada perilaku seseorang.

Diskusi online ini dikemas dengan pemaparan materi singkat oleh ketiga pemateri dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh partisipan via meeting room di Zoom. Antusiasme partisipan terlihat dari banyaknya pertanyaan masuk yang ditujukan untuk tiap pemateri dan beberapa pertanyaan terpilih langsung ditanggapi oleh pemateri yang bersangkutan. Acara diskusi online pada Jumat malam pukul 20.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 70 partisipan dari berbagai daerah bahkan dari luar Pulau Jawa. Hasil rangkuman materi dan tanya jawab dari partisipan pada kesempatan ini akan dipublikasikan di instagram @imbangdiri sebagai feedback dari tim pelaksana. Harapan dari acara diskusi online pada kesempatan ini adalah partisipan dapat mengambil pesan di setiap materi yang disampaikan oleh pemateri serta menjadi bekal mereka menangani keadaan diri di tengah COVID-19 ini. Dalam beberapa waktu ke depan, Imbang Diri akan kembali mengadakan diskusi online sesi berikutnya dan beberapa kegiatan lain seperti membuat podcast dan video yang tidak akan lepas dari membahas kesehatan mental di tengah masyarakat

Gambar : Logo komunitas “Imbang Diri”

Gambar : Poster Talk With Us-Batch 1

Gambar : Dokumentasi saat diskusi online sedang berlangsung via Zoom

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Mengadakan Kegiatan Visiting Professor Dari Jepang

Pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSurabaya) kedatangan tamu dari Jepang yaitu Prof Takashi Yashiro dari JICHI Medical University School of Medicine, Jepang sebagai bagian dari rangkaian acara Visiting Professor. Kedatangan Prof Takashi Yoshiro ke FK UMSurabaya didampingi oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran UHAMKA, Jakarta, dr Lely Hesti, MKK. Kegiatan Visiting Professor ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kuliah dari pakar di level Internasional kepada mahasiswa FK UMSurabaya. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama Internasional FK UMSurabaya dengan JICHI Medical University School of Medicine, Jepang.

Kegiatan Visiting Professor ini meliputi pemberian kuliah tamu kepada 130 mahasiswa FK UMSurabaya dan 50 mahasiswa FIK UMSurabaya. Kuliah tamu ini bertempat di ruang kelas teater lantai 7 gedung G FK UMSurabaya.  Acara dimulai pukul 09.00, diawali dengan pembacaan tilawah oleh drh. Syafitri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Sang Surya. Pembukaan acara diberikan oleh ketua panitia dr. Yelvi Levani, M.Sc, kemudian Dekan FK UMSurabaya dr.H.M.Jusuf Wibisono, Sp.P(K), FCCP, FIRS serta Wakil Rektor 1 Bapak Aziz Alimul Hidayat, S.Kep,Ners,M.Kes sekaligus membuka acara. Acara kuliah tamu ini dimoderatori oleh Dr. dr Muhammad Anas, Sp.OG selaku Wakil Dekan 1 FK UMSurabaya. Pembicara pertama dalam kuliah tamu ini yaitu Prof Takashi Yashiro dari JICHI Medical University School of Medicine, Jepang dengan topik “Functional Cellular and Structural Morphology of Endocrine Organs” dan pembicara kedua yaitu dr.Yudith Annisa Rezkitha, Sp.PD dari FK UMSurabaya dengan topik “Clinical Aspect of Endocrine Organs”.

Mahasiswa FK dan FIK UMSurabaya terlihat antusias mengikuti kegiatan kuliah tamu ini. Hal ini dibuktikan banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber. Setelah sesi diskusi berakhir kemudian ditutup dengan kegiatan foto bersama. Prof Takashi Yashiro terlihat antusias dalam kegiatan foto dan “selfie”bersama mahasiswa. (yel)

MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA SUKSES MENYABET PRESTASI INTERNASIONAL

Setelah berhasil memperoleh gold medal di WINTEX (Word Invention and Technology Expo) 2019, Goldarhes kelompok yang beranggotakan 5 mahasiswa yaitu Satria Manggala Liastra, Aisyah Fadhillah, M.Throiq Satriadinata, Angga Dimas Mahendra, dan Lina Nur Hidayah berhasil kembali menuai prestasi di dunia Internasional dalam kejuaraan karya inovasi bidang medical technology. Melalui bimbingan dosen dr.Nurma Yuliyanasari, M.Si kelompok inovasi mahasiswa tersebut berhasil menyabet gold medal di KIDE (Kaohsiung International Invention and Design Expo) 2019, Taiwan 8-10 Desember 2019. Tak hanya itu, tim penemu golongan darah dan rhesus otomatis ini juga mendapat 3 spesial award yaitu Sri Ramakhrisna Institute of Technology Coimbatore India Spesial Award, Highly Innovative Unique Foundation (HIUF) Kingdom of Saudi Arabia Medal and Spesial Award, serta Malaysian Research & Innovative Society (MyRIS) Best Innovation. Alat mereka mendapat banyak pujian dari tamu VIP dan dewan juri dari berbagai negara karena memang belum ada automatisasi pemeriksaan Golongan darah dan rhesus untuk saat ini. Setiba dari Kaohsiung Taiwan, Goldarhes mendapat sambutan oleh Dekan dan staf pimpinan Fakultas serta Rektor dan jajarannya dengan pemotongan tumpeng. “Jangan puas dengan prestasi saat ini, harus tetap rendah diri, selalu kompak, dan meningkatkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi”, begitu pesan dr. Sukadiono, MM selaku rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Tak hanya itu, kelompok inovasi SWIPE juga berhasil menyabet prestasi yang tidak kalah luar biasa. Atas arahan dr.Nenny Triastuti, M.Si kelompok yang beranggotakan Ali Mustofa, Ilham Muhammad Kevin, Clevia Revi Maretha, Adelita Vega Dwiputri, dan Ainun Nadia Hapsari mendapat Gold Medal dan IFIA Spesial Award 2019 di even Wintex 2019 (Word Invention Technology Expo 2019) di TMII, Jakarta  8-12 Oktober 2019. Pada bulan Februari nanti tim penemu stetoskop wireless sebagai bahan ajar yang efisien dan cost effective ini akan berangkat ke Malaysia untuk kembali berlaga. Semoga Sukses dan kembali mengibarkan bendera merah putih di dunia internasional dan membawa nama baik Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Surabaya.